Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini454
mod_vvisit_counterKemarin930
mod_vvisit_counterMinggu ini2265
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir8638
mod_vvisit_counterBulan ini12709
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1110466

Online (20 menit yang lalu): 22
IP Anda: 35.175.180.108
,
Hari ini: 12 Nov, 2019
Wujudkan Kedaulatan Pangan di Perbatasan Melalui Pengembangan Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Margaretha   
Jumat, 22 September 2017 06:32

“BPTP Kaltim terus melakukan pendampingan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan khususnya di wilayah perbatasan, dengan mengedepankan aspek potensial lokal serta mengkolaborasikan dengan teknologi serta inovasi yang dimiliki” ujar Ka. BPTP Kaltim (Dr. Muhammad Amin S.Pi, M.Si) dalam dialog interaktif di RRI Pro I Samarinda.

Ka. BPTP Kaltim (Dr. Muhammad Amin S.Pi, M.Si) didampingi Nurbani dan Margaretha dalam dialog interaktif di RRI Pro I Samarinda

Bila petani telah menerapkan inovasi teknologi  mulai dari bibit, metode/pola tanam serta alsintan dalam aktivitas tani, maka hasil tadi sudah pasti akan meningkat dan kedaulatan pangan dapat terwujud, lanjut Muhammad Amin.

Dialog Interaktif mengangkat  tema “Mewujudkan kedaulatan pangan melalui pengembangan pertanian di perbatasan” yang disiarkan di RRI pada 18 September 2017. Daya siar RRI ini mencakup seluruh wilayah Kalimantan Timur sehingga pendengar dapat berpartisipasi dalam dialog ini.

Daerah perbatasan yang terkendala oleh faktor geografis dan infrastruktur sangat mempengaruhi petani dalam pengembangan. Padalah di perbatasan tersebut memiliki hasil pangan spesifik lokasi, yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Sehingga sentuhan teknologi dan inovasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil serta pendapatan petani.

Sebagai contoh beras organik “Padi Adan” yang hanya ada di Desa Krayan Kab. Nunukan Kalimantan Utara. Beras ini sangat spesifik dari rasa, bentuk , aroma karena cara pengolahan serta kondisi lahan yang sangat spesifik. Padi ini merupakan makanan Raja Brunai dan dihargai Rp.50.000/kg, akan tetapi masa tanam padi sangat lama (6 bulan) sehingga perlu adanya inovasi untuk meningkatkan hasil produksi karena cukup potensial.

Kedaulatan pangan di perbatasan tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri, butuh sinergi dari semua pihak untuk mewujudkannya. Dukungan dari pemerintah pusat, daerah, TNI, Petani, penyuluh harus saling berkolaborasi untuk peningkatan pertanian di perbatasan.

“BPTP melalui inovasi serta teknologi yang dimiliki akan terus mendampingi petani untuk meningkatkan hasil produksi, harapannya inovasi tersebut dapat di akses dan diadopsi” , ujar Muhammad Amin diakhir siaran.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com