Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini701
mod_vvisit_counterKemarin795
mod_vvisit_counterMinggu ini3765
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini17765
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1032557

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 34.236.190.216
,
Hari ini: 22 Agus, 2019
Aplikasi Pestisida Kimia Secara Bijaksana PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Kamis, 20 Juli 2017 06:28

Pestisida kimia sering digunakan sebagai pilihan utama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), baik hama, penyakit, maupun gulma. Hal ini karena pestisida kimia mempunyai daya bunuh yang tinggi, mudah aplikasinya, serta hasil cepat terlihat. Oleh karena itu, penggunaan pestisida kimia secara bijaksana mutlak diperlukan. Pestisida kimia harus merupakan alternatif terakhir setelah pengendalian OPT dengan pestisida nabati tidak berhasil. Dalam aplikasinya juga tidak diperbolehkan campur-campur dengan yang lain. Kemudian jika terpaksa menggunakan pestisida kimia, kita harus menggunakan yang tingkat bahayanya rendah dengan menerapkan tepat jenis/ sasaran, tepat mutu, tepat dosis/ konsentrasi, tepat cara/ metode, dan tepat waktu.

Penggunaan pestisida kimia yang kurang bijaksana akan membawa dampak buruk bagi petani pengguna, hama sasaran, dan lingkungan sekitar yaitu:

  1. Mengakibatkan keracunan bagi pengguna secara cepat maupun lambat
  2. Meningkatkan resistensi (kekebalan) hama terhadap pestisida yang berbahan aktif sama dan diaplikasikan secara terus menerus
  3. Terjadinya resurgensi (ledakan) hama generasi berikutnya karena aplikasi pestisida kimia ikut membunuh musuh alami
  4. Timbulnya hama sekunder karena terbunuhnya musuh-musuh alami menyebabkan hewan yang mulanya bukan hama akhirnya berkembang pesat hingga pada tingkat merusak
  5. Merusak atau membunuh makhluk hidup yang berguna seperti serangga penyerbuk, patogen, parasit, dan predator
  6. Mencemari lingkungan karena kandungan racunnya menimbulkan efek residu yang tidak mudah terurai
  7. Dalam jangka panjang, mengkonsumsi hasil pertanian yang diaplikasikan pestisida dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Mengingat hal tersebut, maka petani yang akan mengaplikasikan pestisida harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. Pestisida kimia digunakan bila hama penyakit sudah melebihi ambang ekonomi dan apabila pengendalian lainnya sudah tidak efektif lagi.
  2. Sebelum menggunakan pestisida, lebih dahulu dipastikan jenis hama penyakit yang menyerang tanaman. Bila ragu-ragu, lebih baik berkonsultasi dengan PPL atau PPOPT.
  3. Memilih jenis pestisida secara tepat dengan bahan aktif yang sesuai untuk hama sasaran dan memiliki selektivitas tinggi (tidak membunuh organism lain yang berguna).
  4. Mengaplikasikan pestisida sesuai dosis dan aturan yang tertera pada kemasan.
  5. Alat penyemprot harus diperiksa sebelumnya, baik kondisi maupun kebersihannya sehingga aplikasi berjalan efektif dan efisien.
  6. Menggunakan alat pengaman berupa masker, kaos tangan, sepatu boot, dan baju lengan panjang.
  7. Waktu penyemprotan paling baik adalah pagi atau sore hari saat angin tenang dan tidak hujan
  8. Setelah melakukan penyemprotan, petani segera mandi dengan sabun serta mencuci pakaian dan peralatan yang digunakan.

Jenis-jenis pestisida berdasarkan sasaran yang dikendalikannya antara lain:

  1. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan hama berupa serangga seperti wereng, penggerek, hama putih, lalat bibit, walang sangit, dan belalang. Contoh insektisida: Applaud, Mipcinta, Bassa, Confidor, Furadan
  2. Fungisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan penyakit karena jamur seperti busuk pelepah, blast/ busuk leher. Contoh fungisida: Score, Folicur, Delsene MX 200, Dithane M-45
  3. Bakterisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan penyakit karena bakteri seperti hawar daun bakteri (Xanthomonas Oryzae). Contoh bakterisida: Agrept, Agrimycin
  4. Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan hama nematoda (sejenis cacing)
  5. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan binatang pengerat seperti tikus dan tupai. Contoh rodentisida: Klerat RMB, Phyton
  6. Moluskisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan moluska seperti keong mas dan bekicot. Contoh moluskisida: Snail Down
  7. Akarisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan acarina seperti tungau dan kutu. Contoh akarisida: Samite, Kelthane, Omite, Mitac
  8. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu seperti rumput, semanggi, dan wewehan. Contoh herbisida: Goal, Ally, Antracol, Lindomin

 

 

Sumber: Dari Berbagai Sumber

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com