Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
wbs
Katam
upg
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini162
mod_vvisit_counterKemarin961
mod_vvisit_counterMinggu ini5622
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6545
mod_vvisit_counterBulan ini17383
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1056820

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 35.175.191.150
,
Hari ini: 20 Sep, 2019
Canggihnya SIMOTANDI PDF Cetak E-mail
Oleh Ekayujaya   
Rabu, 08 Maret 2017 16:02

Sektor pertanian Indonesia, telah banyak membangun sistem informasi pertanian yang berbasis internet. Sebuah sistem informasi yang mobile, bisa diakses oleh siapapun, dimanapun dalam waktu yang tak terbatas. Salah satu sistem informasi di sektor pertanian yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yaitu SIG.

Beberapa ahli informatika menjelaskan SIG (Sistem Informasi Geografi) merupakan suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja. Dengan bahasa sederhana SIG merupakan suatu pusat data informasi yang berdasarkan titik koordinat dan kondisi geografis suatu wilayah, jadi dapat dipastikan tiap wilayah memiliki data yang berbeda-beda.

Portal SIG yang dibangun khusus untuk Kementerian Pertanian yaitu SIMOTANDI (Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi). Adapun data LAPAN yang digunakan dalam sistem ini bertujuan untuk mendukung perbaikan data pangan berupa citra satelit, yaitu: CitraIkonos, GeoEye, QuickBird, WorldView-1, WorldView-2, dan Pleides untuk pemetaan lahan pertanian sawah, perkebunan, hortikultura maupun pemetaan infrastruktur jaringan irigasi, jalan usaha tani dan lainnya. Sementara itu, Citra Landsat, NOAA, dan MODIS digunakan untuk peramalan fase pertanaman padi.

Pihak LAPAN memastikan bahwa dengan SIMOTANDI, dalam sistem pemantauan pertanaman padi mencakup informasi kapan waktu panen, tingkat produktivitas suatu tanaman, mencitrakan luas lahan baku, dan lahan tanam. Dengan tingkat arkurasi yang tinggi (mencapai 88%) maka sistem ini dijamin mampu meminimalisir personal error, dan terbebas dari intervensi berbagai kepentingan. Hal itu dikarenakan basis data SIMOTANDI disajikan secara transparan dan fair dapat divalidasi oleh para pihak.

Untuk akses SIMOTANDI via website melalui portal http://sig.pertanian.go.id/fasetanamanpadi/, akan tetapi jika ingin tampilan portal bisa maksimal, maka internet akses paling tidak memiliki kecepatan bagus (paling tidak 256 Kbps) hal ini dikarenakan portal SIMOTANDI memuat data-data peta wilayah.

Sistem ini baru dibangun di tahun 2016, untuk mendukung program UPSUS (Upaya Khusus) Kementerian Pertanian dalam rangka mencapai swasembada pangan. Akan tetapi meskipun penandatangan MOU baru pada november 2016, hasil pengolahan data citra satelit yang dipublikasikan dalam SIMOTANDI tentunya telah ground-cek di beberapa lokasi untuk mengevaluasi validitas dan kemantapan sistemnya.

Pada akhirnya, hasil dari citra satelit ini dapat dipastikan membawa manfaaf positif sebagai sarana early warning system dan bahan pengambilan kebijakan pangan. Selain itu, untuk perancangan teknis di lapangan di antaranya program percepatan tanam, estimasi kebutuhan benih, pupuk, pasca panen, dan juga estimasi stok.

 

*Sumber :

Portal Informasi Kementerian Pertanian ; Portal Lapan  ; detik.com ; Portal sig.pertanian.go.id

 

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com