Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
Suplemen Sinta
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini663
mod_vvisit_counterKemarin759
mod_vvisit_counterMinggu ini4413
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir7397
mod_vvisit_counterBulan ini17735
mod_vvisit_counterBulan Terakhir28118
mod_vvisit_counterSemua hari1085290

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 18.204.227.250
,
Hari ini: 17 Okt, 2019
Desa Tempakan, Menggenjot Produksi Maksimal dari Nol PDF Cetak E-mail
Oleh Margaretha   
Selasa, 05 Juli 2016 13:21

Desa Tempakan, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser menjadi salah satu sentra produksi bawang merah Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur. Namun pelu diketahui, wilayah Tempakan mengawali pengembangan bawang merah sejak tahun 2013 dengan luasan hanya 5 ha dengan produktivitas 6 ton/ha. Hingga tahun 2015, luasan telah mencapai 30 ha dengan produktivitas mencapai 12-14 ton. Dalam waktu kurang lebih 3 tahun, usahatani bawang merah petani , yang dimulai dengan coba-coba, sekaligus mengadopsi teknologi budidaya melalui berbagai program baik pemerintah daerah maupun pusat. Kerja keras, telaten dan kooperatif, hal ini yang diterapkan oleh petani di Tempakan hingga menjadikan Tempakan menjadi sentra produksi bawang merah dengan produktivitas tinggi. Varietas yang dikembangkan di wilayah ini terutama adalah Bima yang dikenal sesuai dengan kondisi lahan di wilayah kabupaten Paser. Desa Tempakan terus berupaya menjaga dan memperluas lahan produksi yang didukung oleh kegiatan pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura oleh BPTP Kalimantan Timur.

Hingga saat ini produktivitas semakin meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan serta pengalaman petani dalam budidaya bawang merah. Produktivitas terakhir yang mampu dicapai oleh petani Tempakan mencapai 12 ton/ha. Harga bawang merah konsumsi rata-rata berkisar 20 – 40 ribu rupiah, apalagi jika dijual dalam bentuk benih yang relatif lebih mahal. Dengan kebutuhan konsumsi yang tinggi, tentunya tingkat kebutuhan benih juga tinggi seiring dengan semakin berkembangnya usahatani bawang merah di Kalimantan Timur. Dengan hasil yang menjanjikan, Petani Tempakan  sangat optimis dengan usahatani bawang merah yang mereka lakukan dan bertekad untuk menjadikan usahatani bawang merah menjadi salah satu mata pencaharian utama mereka ke depan. Sukses di Tempakan dalam mengadopsi teknologi dan menggenjot produksi akan mendukung upaya Kaltim untuk meningkatkan prosuksi bawang merah hingga menuju swasembada. 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com