Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
wbs
Katam
Suplemen Sinta
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini803
mod_vvisit_counterKemarin974
mod_vvisit_counterMinggu ini6778
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini13677
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145232

Online (20 menit yang lalu): 12
IP Anda: 18.207.255.49
,
Hari ini: 14 Des, 2019
Petani Keluhkan Ketersediaan Benih, Pupuk dan Serangan Hama Penyakit PDF Cetak E-mail
Oleh Tim Redaksi   
Rabu, 25 November 2015 06:47

Ka. BPTP Kaltim (Dr. M. Hidayanto, MP) dalam Pembukaan Bimtek Upsus Pajale Se-Kaltim di BPTP Kalimantan TimurPada acara Temu Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Program Upsus padi, jagung dan Kedelai untuk percepatan tanam MT Okmar 2015/2016 yang dilaksanakana di BPTP kalimantan Timur 19 Nopember 2015 lalu, petani mengeluh ketersediaan benih dan pupuk di lapangan. Pada saat tanam, benih belum tersedia, demikian pula pada saat melakukan pemupukan, pupuk belum tersedia di lapangan. Kondisi ini yang menjadi kendala petani dalam hampir di semua sentra pengembangan padi di Kalimantan Timur. Selain itu di beberapa kawasan pengembangan pertanian juga ada masalah dengan adanya serangan tikus yang tiap tahun menyerang di lahan usaha tani mereka, terutama yang lokasinya berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit. Demikian sekilas keluhan petani yang disampaikan pada pada kegiatan rapat koordinasi dan Bimtek tersebut.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang tersebut pada sambutannya Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Dr. Ir. M. Hidayanto) menyampaikan agar kegiatan Upsus Pajale TA. 2015 segera diselesaikan untuk pekerjaan yang belum 100%, dan diharapkan segera dilakukan percepatan penanaman MT Okmar 2015/2016, dengan memanfaatkan air yang sudah ada. Lebih lanjut disampaikan oleh kepala BPTP Kaltim bahwa ke depan tidak hanya lahan sawah saja yang menjadi perhatian, tetapi lahan sub optimal seperti lahan kering harus dikembangkan untuk tanaman pangan khususnya padi di Kalimantan Timur.  “Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul baru (VUB) dan telah diujiadaptasikan di berbagai wilayah. VUB yang cocok di suatu kawasan, pengembangannya diharapkan dapat didukung oleh dinas dan istansi terkait, ke depan perlu sinergi semua pihak yang terkait untuk bersama-sama mensukseskan program swasembada pangan khususnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara” demikan ditambahkan oleh Kepala BPTP Kaltim.

Hadir pada acara tersebut Danrem, Dinas Pertanian kabupaten dan kota se-Kaltim, Kodim se-Kaltim, Badan Pelaksana Penyuluhan/BP3K se-Kaltim, perwakilan para petugas lapangan, perwakilan koramil se-Kaltim, perwakilan Gapoktan se-Kaltim, peneliti, perwakilan Korem, BPSB, UPT-PTPH dan undangan lainnya. Materi yang disampaikan dalam Bimtek antara lain: (1) Program Upsus Pajale oleh Kepala BPTP Kaltim, (2) Inovasi Teknologi Mendukung Program Upsus Pajale oleh Tarbiyatul Munawwarah, (3) Kalender Tanam terpadu oleh Yossita Fiana, dan (4) Peran Perlindungan Tanaman dalam Mendukung Upsus Pajale oleh Heru Gendroyono (UPTD-PTPH). ***

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com