Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
Suplemen Sinta
upg
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini568
mod_vvisit_counterKemarin947
mod_vvisit_counterMinggu ini5945
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini18736
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1058173

Online (20 menit yang lalu): 11
IP Anda: 34.204.175.38
,
Hari ini: 21 Sep, 2019
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Senin, 09 November 2015 15:46

Kelompok tani merupakan organisasi non formal yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh, dan untuk petani”.  Penumbuhan kelompok tani didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama dari para petani dalam meningkatkan produksi dan pendapatan dari usaha taninya.  Kelompok tani dapat ditumbuhkan dari petani dalam satu wilayah, berupa satu dusun, satu desa, atau lebih, dapat berdasarkan domisili atau hamparan, tergantung dari  kondisi penyebaran penduduk dan lahan usaha tani di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dikelola oleh kelompok tani tergantung pada kesepakatan anggotanya. Kegiatan tersebut dapat berdasarkan jenis usaha maupun unsur-unsur subsistem agribisnis, seperti pengadaan sarana produksi pertanian, pasca panen, dan pemasaran.

Saat ini perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sangat besar dan tentunya hal ini sangat menggembirakan bagi para petani. Berbagai bantuan, kredit, subsidi, pendidikan dan pelatihan diberikan kepada petani melalui kelembagaan kelompok tani. Oleh karena itu pemerintah sangat mengharapkan petani mau menjadi anggota kelompok tani, agar mereka mudah untuk mengakses permodalan, informasi, teknologi, peluang pasar, dan sumber daya lainnya. Bagi para petani yang ingin maju, keikutsertaan dalam sebuah kelompok tani dapat dijadikan sebagai:

1. Kelas belajar

Kelompok tani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya dan kesejahteraannya juga meningkat.

2. Wahana kerjasama

Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama di antara sesama petani maupun dengan pihak lain atas dasar efisiensi dan saling menguntungkan.

3. Unit produksi

Kelompok tani merupakan wadah untuk mengembangkan usaha tani para anggotanya baik dari segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.

Agar dapat menjalankan ketiga fungsi di atas dengan baik sehingga mampu meningkatkan kemampuan para anggotanya, maka kelompok tani harus berupaya untuk :

  1. Menciptakan iklim yang kondusif sehingga terdapat partisipasi aktif dari anggota (dari, oleh, dan untuk petani)
  2. Menumbuhkembangkan kreativitas anggota untuk memanfaatkan setiap peluang usaha, informasi, dan permodalan
  3. Memperlancar proses identifikasi kebutuhan dan masalah petani, serta menyusun rencana dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam berusaha tani
  4. Menganalisis potensi wilayah, sumber daya, potensi pasar, dan peluang usaha untuk mengembangkan usaha taninya
  5. Meningkatkan kemampuan untuk mengelola usaha tani secara komersial, berkelanjutan, dan ramah lingkungan
  6. Mengembangkan kemampuan untuk menciptakan teknologi spesifik lokasi
  7. Mendorong agar para petani mau dan mampu melaksanakan kegiatan simpan pinjam guna memfasilitasi pengembangan modal usaha.

Perkembangan kelompok tani sangat dipengaruhi oleh kekompakan dan faktor pengikat yang dapat menciptakan keakraban di antara para anggota. Untuk itu, perlu diciptakan suatu kegiatan yang dapat menjalin keakraban di antara para anggota, misalnya dalam bentuk pertemuan rutin, diskusi, arisan, maupun simpan pinjam. Dari sini kelompok tani diharapkan dapat terus berkembang menjadi kelompok tani yang kuat dan mandiri, yang dicirikan antara lain:

  1. Adanya pertemuan anggota secara berkala dan berkesinambungan
  2. Disusunnya rencana kerja kelompok secara bersama dan dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama, serta di setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi
  3. Memiliki norma/ aturan yang disepakati dan ditaati bersama
  4. Memiliki pencatatan/ pengadministrasian organisasi yang rapi
  5. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama
  6. Memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar
  7. Sebagai sumber dan pelayanan informasi dan teknologi terutama bagi anggotanya
  8. Adanya jalinan kerjasama antar kelompok tani maupun dengan pihak lain
  9. Adanya pemupukan modal usaha, baik iuran dari anggota maupun penyisihan hasil usaha/ kegiatan kelompok.

Sebuah kelompok tani yang kuat dan mandiri diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para anggotanya. Manfaat tersebut berupa peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan serta kemudahan dalam mengakses  permodalan, informasi, teknologi, peluang pasar, dan sumber daya lainnya, yang pada akhirnya berpengaruh secara nyata dalam bentuk peningkatan pendapatan dan skala usaha tani.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com