Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2213
mod_vvisit_counterKemarin1004
mod_vvisit_counterMinggu ini3217
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6700
mod_vvisit_counterBulan ini20361
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1118118

Online (20 menit yang lalu): 21
IP Anda: 3.227.3.146
,
Hari ini: 18 Nov, 2019
Membangun Model Bioindustri Berbasis Sapi-Sawit PDF Cetak E-mail
Oleh Margaretha   
Kamis, 12 Maret 2015 11:58

BPTP Kaltim mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan pengembangan kawasan peternakan dan Model Bioindustri Integrasi Sapi Sawit yang dilaksanakan di ruang rapat kepala Balai pada 10 Maret 2015. Acara dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Kaltim (Dr.Ir. M.Hidayanto, MP) dan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Prov. Kaltim (Ir. Dadang Sudarya, MMT), Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kaltim (Ir.Etnawati, M.Si) serta peneliti dan penyuluh yang ada di BPTP Kaltim.

Hidayanto menyampaikan dalam pembukaan acara bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh masukan, menyamakan persepsi serta membangun sinergi antara pihak – pihak terkait yaitu Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan dan BPTP Kaltim dalam mensukseskan program integrasi peternakan sapi dengan tanaman kelapa sawit untuk meminimalkan limbah industri dan mewujudkan populasi sapi sebanyak 2 juta sapi di tahun 2018.

Sistem integrasi sapi sawit menghadapi kendala yakni kurang adanya peraturan yang mengikat sehingga perusahaan sawit belum mau untuk bekerjasama dalam mendukung bioindustri. Pihak perusahaan mengambil seluruh Limbah sawit tanpa ada yang ditinggal karena memiliki nilai jual, padalah limbah tersebut dapat digunakan sebagai pakan ternak. Etnawati memberi masukan “kedepan akan dilakukan MoU yang mengikat sehingga pihak perusaahan juga mendukung program pemerintah dan tidak hanya mengambil keuntungan pribadi saja”.

Pengembangan ternak sapi sawit yang dilaksanakan di lahan bekas tambang akan saling menguntungkan apabila dilakukan dengan pola – pola yang telah ditentukan. Limbah yang dihasilkan dari kotoran ternak sangat bermanfaat dalam menumbuhkembangkan tanaman yang ada di lahan bekas tambang, sistem ini dapat dikembangkan sehingga dapat diaplikasikan di seluruh lahan bekas tambang yang ada, Ujar Dadang.

Bahan masukan/saran yang telah diterima pada acara ini sangat bermanfaat dalam pengembangan integrasi sapi – sawit sehingga swasembada Daging Sapi (P2SDS) dan populasi 2 juta sapi di tahun 2018 di Kalimantan Timur dapat terwujud.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com