Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
wbs
Katam
upg
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini387
mod_vvisit_counterKemarin831
mod_vvisit_counterMinggu ini2012
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini14803
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1054240

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 18.207.252.123
,
Hari ini: 17 Sep, 2019
Jamu Anti Penyakit Koksi (koksidiosis) PDF Cetak E-mail
Oleh admin   
Jumat, 17 Oktober 2014 07:04

Racikan jamu ini efektif menekan penyakit koksi (berak darah) pada unggas. Hasil penelitian menunjukkan hasilnya lebih baik daripada menggunakan obat sulfa. Bahan baku ramuan tersebut adalah temulawak, jahe merah, temu ireng dan sambiloto. Jamu  termasuk salah satu produk unggulan yang masuk dalam 400 teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian dan sudah dimanfaatkan oleh industri unggas.

Beberapa tanaman obat seperti temu-temuan, sirih-sirihan, sambiloto, meniran diketahui memiliki aktivitas anti parasit dan bersifat sebagi imunomodulator. Beberapa tanaman obat mampu meningkatkan produksi sitokin. Sitokin adalah protein ekstra seluler yang berperan sebagai regulator dan mobilisator internal (interleukin, interferon dan kemokin) yang memiliki aktivitas anti parasit. Peningkatan sekresi sitokin membuka peluang  baru dalam penanggulangan berbagai macam penyakit termasuk infeksi parasit.

Sambiloto dapat meningkatkan sel fagositosis dan imfosik, sehingga dapat mengobati coccidia dan dapat menjadi koksidiostat (sulfaquinoxalin). Pemanfaatan tanaman obat untuk tujuan pencegahan dan pengobatan parasut pada manusia (sebagai obat cacing, obat jamur) telah lama dikenal tetapi belum banyak dilakukan pada ternak.

Tanaman obat tersebut sebenarnya juga dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada hewan.

Sumber : sain indonesi edisi oktober 2014

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com