Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini436
mod_vvisit_counterKemarin930
mod_vvisit_counterMinggu ini2247
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir8638
mod_vvisit_counterBulan ini12691
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1110448

Online (20 menit yang lalu): 21
IP Anda: 35.175.180.108
,
Hari ini: 12 Nov, 2019
Jamu Anti Penyakit Koksi (koksidiosis) PDF Cetak E-mail
Oleh admin   
Jumat, 17 Oktober 2014 07:04

Racikan jamu ini efektif menekan penyakit koksi (berak darah) pada unggas. Hasil penelitian menunjukkan hasilnya lebih baik daripada menggunakan obat sulfa. Bahan baku ramuan tersebut adalah temulawak, jahe merah, temu ireng dan sambiloto. Jamu  termasuk salah satu produk unggulan yang masuk dalam 400 teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian dan sudah dimanfaatkan oleh industri unggas.

Beberapa tanaman obat seperti temu-temuan, sirih-sirihan, sambiloto, meniran diketahui memiliki aktivitas anti parasit dan bersifat sebagi imunomodulator. Beberapa tanaman obat mampu meningkatkan produksi sitokin. Sitokin adalah protein ekstra seluler yang berperan sebagai regulator dan mobilisator internal (interleukin, interferon dan kemokin) yang memiliki aktivitas anti parasit. Peningkatan sekresi sitokin membuka peluang  baru dalam penanggulangan berbagai macam penyakit termasuk infeksi parasit.

Sambiloto dapat meningkatkan sel fagositosis dan imfosik, sehingga dapat mengobati coccidia dan dapat menjadi koksidiostat (sulfaquinoxalin). Pemanfaatan tanaman obat untuk tujuan pencegahan dan pengobatan parasut pada manusia (sebagai obat cacing, obat jamur) telah lama dikenal tetapi belum banyak dilakukan pada ternak.

Tanaman obat tersebut sebenarnya juga dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada hewan.

Sumber : sain indonesi edisi oktober 2014

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com