Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
upg
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini174
mod_vvisit_counterKemarin989
mod_vvisit_counterMinggu ini1163
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6407
mod_vvisit_counterBulan ini19331
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1058768

Online (20 menit yang lalu): 6
IP Anda: 34.204.194.190
,
Hari ini: 22 Sep, 2019
Strategi Antisipasi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kalimantan Timur PDF Cetak E-mail
Oleh Sumarmiyati   
Senin, 08 September 2014 06:55

Dalam konteks perubahan iklim, sektor pertanian berada dalam wilayah irisan antara peran sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca (misalnya gas metana yang dihasilkan dari aktivitas tanaman pangan dan peternakan) dan peran sebagai korban perubahan iklim itu sendiri, karena tanaman pangan sangat rentan dan bisa menderita akibat dampak yang serius. Kondisi penurunan kemampuan fisiologis dan biologis tanaman dan ternak untuk bertumbuh dan berproduksi secara layak akibat deraan unsur-unsur iklim dan atau penurunan kapasitas sumberdaya dan infrastruktur akibat perubahan iklim.

Kerentanan pertanian pangan akibat perubahan iklim disebabkan lima hal, yakni rendahnya daya adaptasi subsektor pangan terhadap perubahan ikliim, rendahnya kemampuan petani (sosial ekonomi-budaya) dalam mengelola risiko iklim, kendala teknis dan sosial dalam adopsi/pengembangan teknologi adaptif, efektif kebijakan dan program perlindungan petani menghadapi resiko iklim dan efektivitas sistem informasi iklim dan teknologi adaptif.

Antisipasi merupakan penyiapan arah dan strategi, program dan kebijakan dalam rangka menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim. Beberapa program atau teknologi yang penting untuk dilaksanakan diantaranya :

  1. Manajemen : SD ALAM, infrastruktur, Sistem Usaha Tani (SUT) melalui perancangan infrastruktur khususnya jaringan irigasi guna mengatur dan mendistribusikan air guna mengurangi risiko banjir dan kekeringan
  2. Pengaturan penggunaan lahan untuk menyesuaikan jenis dan varietas tanaman sesuai daya dukungnya,
  3. Peningkatan kapasitas SDM dalam memahami dan menerapkan teknologi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
  4. Pengembangan sistem informasi dan peringatan dini banjir dan kekeringan, penyusunan panduan antisipasi iklim mencakup banjir dan kekeringan wilayah prioritas dan kalender tanam.
  5. Disamping itu juga dilakukan advokasi dan diseminasi dalam rangka meningkatkan pemahaman petani tentang pemanfaatan informasi iklim dan peraturan terkait, melalui sosialisasi, diseminasi, pengembangan dan replikasi Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL- PTT)
  6. Strategi teknis antisipasi yang dilakukan meliputi : (1) optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan dan air/irigasi; (2) penyesuaian pola tanam/pengelolaan terutama tanaman pangan dan diversifikasi pertanian; (3) perakitan dan penyiapan teknologi adaptif serta berbagai pedoman; dan (4) penerapan teknologi adaptif dan ramah lingkungan.
  7. Tindakan penyesuaian kegiatan dan teknologi sesuai kondisi iklim yang diakibatkan oleh perubahan iklim/ pemanasan global
  8. Teknologi melaui sistem produksi/SUT (Sistem Usaha Tani)
  9. Peningkatan sikap perilaku adaptif meliputi aspek sosial & ekonomi (melalui SL– PTT)

 

Strategi Mitigasi Perubahan Iklim di Kalimantan Timur

1. Meningkatkan pemahaman petani mengenai agroekosistem, sehingga lebih jeli mengamati dan menyikapi perubahan,
terkait OPT dan DPI (Dampak Perubahan Iklim), antara lain melalui : SLPHT, SLI, SL-PTT Padi.

2. Mengembangkan budidaya tanaman pangan dengan TOT (tanpa olah tanah) untuk mengurangi laju peningkatan emisi GRK
3. Upaya penurunan emisi GRK dan/atau penyerapan GRK, dll. dengan :

a.  Penerapan teknologi budidaya (pengelolaan lahan dan air, varietas unggul adaptif, dll)

b.  Pemeliharaan/konservasi lingkungan, dengan penanaman pohon;

c.  Pengelolaan & pembukaan lahan tanpa bakar,

d.  Penataan ruang dan lahan pertanian, dll.

4. Koordinasi dengan dinas Pemda dan instansi terkait dalam rangka penanggulangan dampak perubahan iklim, baik secara vertikal maupun horizontal

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com