Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini436
mod_vvisit_counterKemarin930
mod_vvisit_counterMinggu ini2247
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir8638
mod_vvisit_counterBulan ini12691
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1110448

Online (20 menit yang lalu): 20
IP Anda: 35.175.180.108
,
Hari ini: 12 Nov, 2019
Kurangnya Sinergi Masih Membelit UPBS PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi B   
Jumat, 06 Desember 2013 11:09

Pernyataan tersebut mengemuka pada acara sinkronisasi perbenihan UPBS yang diselenggarakan di auditorium BPTP Kaltim pada tanggal 5 desember 2013. Sinkronisasi yang dibuka oleh Kepala BPTP Kaltim, dan dihadiri pelaku UPBS yaitu dari Sang Hyang Seri, PSBTPH, PPL, Petani Penangkar plus penyuluh peneliti BPTP Kaltim yang bertujuan untuk  mengurai benang kusut yang membelit UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber). Disampaikan oleh Kepala BPTP Kaltim, Dr M Hidayanto, bahwa BPTP Kaltim bukan apa-apa karena hanya sebagai pendamping, justru yang menjadi ujung tombak perbenihan adalah petani penangkar yang tentu saja didukung oleh Dinas terkait lainnya.

Hal lain yang menarik dikemukakan oleh pihak Sang Hyang Seri yang mengemukakan bahwa problema yang terjadi di lapangan antara lain adalah 1. Kurangnya penjabaran dan perumusan perbenihan yang lebih operasional 2. Perbenihan belum dilihat sebagai sistem yang berhubungan dari hulu sampai hilir 3. Kurangnya pengetahuan petani tentang perbenihan. Perbenihan padi memang selayaknya  diurus secara profesional karena padi masih menjadi primadona di Indonesia.

Selain itu, tercetus juga masalah yang disampaikan secara lugas oleh petani penangkar, bahwa era sekarang rata- rata petani berada pada usia lanjut, sebab generasi muda kurang tertarik kepada hal hal yang berbau pertanian. Nah lho ?! jadi rasanya agak berat dipaksakan untuk penyediaan benih, yang sebenarnya mempunyai goal akhir swasembada beras. Salah satu solusi untuk hambatan di atas adalah dengan penggunaan   mekanisasi pertanian.  Pada kesempatan ini, petani juga mengharapkan studi banding ke daerah yang lebih baik pengelolaan perbenihan padi, so ada semangat untuk mengelola perbenihan padi. Semoga berhasil ya….

dokumentasi :

Foto bersama peserta sinkronisasi perbenihan

 

 

 

 

 

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com