Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini557
mod_vvisit_counterKemarin1119
mod_vvisit_counterMinggu ini2620
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini9519
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1141074

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 18.207.255.49
,
Hari ini: 10 Des, 2019
Arti Penting Kandungan Bahan Kering dalam Pakan PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi B   
Selasa, 07 Mei 2013 09:54

Penentuan bahan kering berkaitan dengan pengeringan sampel pakan ke dalam oven pengeringan sampai tercapai berat konstan. Penentuan bahan kering mempunyai arti penting di pertanian dengan dua alasan. Pertama, beberapa bahan pakan seperti hijauan, silase, limbah makanan dll mempunyai kadar air yang sangat tinggi. Kualitas dan nilainya tergantung seberapa berat susunan air terkandung di dalamnya. Informasi ini sangat penting, sebagai contoh untuk menyeimbangkan ransum yang mengandung silase atau pembelian bahan pakan. Alasan lain pentingnya penentuan bahan kering adalah analisa pakan dilakukan berdasarkan bahan kering. Kebanyakan analisa menggunakan ukuran sampel yang kecil biasanya dalam ukuran gram. Untuk menghindari berubahnya kandungan nutrisi dalam pakan karena berkurang atau bertambahnya  kadar air dari lingkungan laboratorium, sangat perlu dilakukan analisa dalam bentuk kering. Tetapi dalam beberapa kasus, pengusaha ternak atau nutrisonist ingin mengetahui komposisi nutrisi dalam pakan dalam bentuk basah. Oleh karena itu sangat penting untuk mengkonversi dari bentuk kering ke basah atau sebaliknya

Untuk mengubah nilai nutrisi dari yang berdasarkan bahan kering menjadi yang berdasarkan berat basah adalah dengan cara mengalikan persen bahan kering dibagi 100. Contoh berdasarkan berat kering  sampel rumput alfalfa mengandung 16,5 % protein kasar. Kandungan bahan kering sebesar 92%. Maka kanduungan protein kasar berdasarkan berat basah adalah 16,5 x 92/100 = 15,2%

Untuk mengubah kandungan nutrisi yang berdasarkan berat basah menjadi berdasarkan bahan kering , kalikan dengan 100 dibagi dengan prosentase bahan kering. Contoh : sampel barley mengandung 11,2% protein kasar berdasarkan berat basah serta mengandung 96% bahan kering. Maka kandungan protein berdasarkan bahan kering adalah 11,2 x 100/96 = 11,7 %. Kandungan nutrisi berdasarkan bahan kering selalu lebih tinggi  dibandingkan nilai nutrisi yang berdasarkan berat basah.

 

Sumber : Cheeke, P.R. 1999. Applied Animal Nutrition. Feed and Feeding 2nd edition. Prentice Hall.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com