Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LPSE
Portal PPID
upg
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini766
mod_vvisit_counterKemarin1303
mod_vvisit_counterMinggu ini2069
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir11398
mod_vvisit_counterBulan ini30049
mod_vvisit_counterBulan Terakhir39245
mod_vvisit_counterSemua hari1927248

Online (20 menit yang lalu): 44
IP Anda: 44.192.254.246
,
Hari ini: 20 Sep, 2021
Mau Sukses…Monitoring OPT, Wajib Hukumnya. PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Kamis, 20 Agustus 2020 17:09

Rabu, 19 Agustus 2020, Tim Kegiatan Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Inovasi BPTP Kaltim melaksanakan monitoring serangan tikus, penggerek batang, serta hama keong mas di Poktan Sumber Rejeki Putra, Desa Manunggal Jaya, Kec. Tenggarong Seberang, Kab. Kutai Kartanegara. Penyebab serangan hama/penyakit ini diprediksi karena cuaca yang kurang menentu serta tanam yang tidak serempak karena sebagian lahan kemarin tergenang banjir. Faktor penanaman yang telah lewat musim juga menyebabkan populasi hama meningkat.

Perlu kita ketahui bahwa populasi tikus meningkat dengan sangat cepat. Tikus dapat hidup satu tahun atau lebih, dan dalam satu tahun sepasang tikus bisa berkembang menjadi 500 ekor. Tikus dapat menyerang sejak dari pesemaian hingga penyimpanan hasil panen.  Biasanya tikus menyerang dari tengah petak sawah hingga tampak gundul, sedangkan bagian tepi disisakan.

Cara pengendaliannya:

a.            Penanaman serempak maksimal selisih 2 minggu

b.            Mengecilkan ukuran pematang (sekitar 30 cm) agar tikus tidak mudah membuat sarang

c.             Melakukan gropyokan massal (pembongkaran liang tikus) pada saat lahan belum ditanami

d.            Sanitasi lingkungan atau pembersihan gulma dan semak

e.            Pengemposan/fumigasi yaitu memasukkan gas beracun misalnya belerang yang dibakar ke sarang tikus menggunakan alat pengempos, dikombinasikan dengan jala untuk menangkap tikus

f.             Pembuatan petak tanaman perangkap yang dipagari plastik dan dilengkapi bubu perangkap

g.            Menanam tanaman yang berbau tajam, seperti kemangi atau serai yang tidak disukai tikus di sepanjang pematang

h.            Membersihkan jatuhan bulir padi saat panen dan tidak menumpuk jerami sisa panen

i.             Pemasangan umpan beracun dengan rodentisida sebagai alternatif terakhir. Rodentisida ada yang bersifat racun akut (membunuh dengan segera, misalnya Timex) atau racun kronis (membunuh dengan perlahan, misalnya Klerat RMB, Phyton K, Phospit)

 

Sedangkan penggerek batang padi mampu bertelur hingga 100-600 butir. Telur diletakkan secara berkelompok sebanyak 50-150 telur per kelompok. Telur akan menetas menjadi larva (ulat) sekitar 1 minggu kemudian. Larva inilah yang dapat merusak tanaman padi.

Mekanisme serangan : Larva masuk dan berkembang dalam batang, kemudian merusak sistem pembuluh tanaman sehingga memutus aliran air dan hara dari akar sehingga banyak bulir hampa.

Akibat serangan penggerek batang padi :

1.            Sundep. Kerusakan terjadi pada fase vegetatif, berupa anakan mati dan mudah dicabut

2.            Beluk. Kerusakan terjadi pada fase generatif, berupa malai mati, berwarna putih abu-abu, tetap berdiri tegak karena bulir-bulir padi hampa, dan mudah dicabut

 

Cara pengendaliannya :

a.            Untuk daerah endemis, dilakukan penyabitan jerami saat panen serendah mungkin, maksimal 5 cm atau pembenaman tunggul sesegera mungkin setelah panen, untuk menghilangkan ulat atau pupa penggerek yang tertinggal pada batang

b.            Penggenangan air selama 1 minggu pada bekas lokasi serangan sebelum kembali ditanami

c.             Melakukan pergiliran tanaman untuk memutus daur hidup penggerek batang

d.            Penanaman serempak maksimal selisih 3 minggu untuk memutus daur hidup penggerek

e.            Pengambilan kelompok telur dan memeliharanya pada wadah (bisa mengunakan botol aqua yang diberi lobang). Telur yang menetas menjadi tabuhan Trichogramma dilepas lagi ke lahan.  Trichogramma merupakan parasit/musuh alami bagi penggerek batang.

f.             Pemasangan lampu petromak dan bak berisi air dicampur minyak tanah untuk memerangkap ngengat penggerek batang

g.            Pengendalian dengan insektisida bila serangan sundep mencapai 10-15% dan hanya dilakukan di tempat serangan agar tidak membunuh musuh alami.  Pestisida yang bisa digunakan a.l.: Furadan 3G, Spontan 400 WSC, Curaterr 3G, Petrofur 3G, Regent 0,3G

h.            Bila terjadi beluk, penggunaan pestisida sudah tidak efektif.  Pengendalian hanya bisa dilakukan dengan mencabut tanaman yang terserang

 

Adapun hama keong mas pada umumnya menyerang tanaman pada lahan yang tergenang (ceblung) seperti sawah tadah hujan. Adapun teknik pengendaliannya antara lain:

-              Mengumpulkan telur dan keong masnya

-              Memasang penghalang plastik pada persemaian

-              Melakukan penyulaman tanam

-              Memasang tongkat/kayu sebagai ajir tempat menempel telur keong mas

-              Membuat parit-parit di sekitar persawahan

-              Melepas bebek

-              Memasang saringan pada saluran masuk

-              Memasang umpan

-              Dengan pola tanam

-              Pengendalian dengan pestisida nabati

-              Pengendalian kimiawi

 

Adapun untuk lahan poktan Sumber Rejeki Putra yang tidak tergenang banjir, pertumbuhan tanaman sangat bagus. Bahkan sudah “njebul” (dalam Bahasa Jawa). Pertanaman padi pada lahan ini sudah memasuki fase generatif.

Informasi dari Rumanti, salah satu anggota Poktan Sumber Rejeki Putra, untuk jarwo 2:1 tingkat serangan hama/penyakit lebih rendah dibandingkan jarwo 4:1. Dan meski terdapat serangan hama/penyakit, namun hasil dari jagung dan kacang panjang yang ditanam di pematang bisa untuk menambah kebutuhan rumah tangga.

Pengamatan fase vegetatif yang meliputi pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun, serta jumlah anakan telah dilaksanakan oleh Tim BPTP Kaltim, PPL dan POPT BPP Teluk Dalam dari 2 minggu setelah tanam sampai dengan fase vegetatif berakhir. Sedangkan untuk pengamatan fase generatif baru bisa dilaksanakan pada pertanaman yang ada di pinggir karena ditakutkan akan merusak malai yang baru memasuki awal fase ini.

“Meski ada serangan hama/penyakit, semoga tetap panen”, harapan Haryono, Ketua Poktan Sumber Rejeki Putra.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com