Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
upg
Suplemen Sinta
pustaka
Portal PPID
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini580
mod_vvisit_counterKemarin871
mod_vvisit_counterMinggu ini6132
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir7167
mod_vvisit_counterBulan ini15647
mod_vvisit_counterBulan Terakhir28633
mod_vvisit_counterSemua hari1463539

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 34.234.223.162
,
Hari ini: 19 Sep, 2020
Optimalkan produksi padi lahan kering dengan "LARGO" PDF Cetak E-mail
Oleh Sundari   
Kamis, 25 Januari 2018 08:53

Kabupaten Kutai Kartanegara, sebuah wilayah administrasi di Provinsi Kalimantan Timur tak henti menebarkan pesona. Banyak hal yang bisa menjadi pembelajaran saat melakukan perjalanan di wilayah ini.

Sebuah kisah kali ini berada di kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu wilayah yang memiliki area persawahan ini ternyata menyimpan kearifan lokal yang begitu unik. Unik dalam artian, apa yang dilihat disini sulit mungkin untuk ditemukan di wilayah lainnya.

Petani disini berhasil melakukan budidaya tanaman padi diantara rimbunnya pohon kelapa. Lahan yang ditanami padi ini merupakan ladang kelapa, dengan varietas padi lokal (Mayas) dan sistem tanam yang apa adanya, produktivitas yang dihasilkan mencapai 4 ton/ha GKP. Sebuah angka produktivitas hasil yang tidak bisa dinyatakan rendah, mengingat cara tanam yang petani lakukan masih belum tersentuh teknologi inovasi sedikitpun.

BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur sebagai salah satu unit kementerian Pertanian di daerah merasa terpanggil untuk melakukan pendampingan, transfer teknologi inovasi yang intensif ke petani lokal khususnya di Muara Jawa Tengah. Kedepan Larik gogo (LARGO) akan diperkenalkan disini, largo merupakan terobosan teknologi budidaya padi gogo/ladang yang diperkenalkan oleh Balitbangtan.

Dengan merekayasa jumlah populasi per ha minimal 200.000 rumpun dengan menerapkan cara tanam jajar legowo. Penanaman dilakukan dengan alsin tabela larik pola jarwo 2:1. Wilayah Muara Jawa Tengah dinilai cocok dengan largo, karena wilayah ini memiliki lahan kering yang luas menghampar dengan performa tanaman pada hamparan terbuka bagus, maka diasumsikan produktivitas 10 t/ha bisa di capai. Akan tetapi karena tanaman padi berada di tegakan kelapa, maka tanaman ini perlu mendapat perhatian terutama pengendalian hama dan pemupukan.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com